Wow ternyata Air Liur Dapat Menyembuhkan Luka!

Informasi Kesehatan


Wow ternyata Air Liur Dapat Menyembuhkan Luka!

06 Nov 2018   16:00 WIB  

Omg News

Wow ternyata Air Liur Dapat Menyembuhkan Luka!

Air liur atau yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan saliva merupakan cairan bening yang dihasilkan oleh kelenjar liur di dalam mulut. Banyak ahli menduga bahwa seperti halnya air liur hewan yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, air liur manusia pun memiliki khasiat yang sama. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan air liur manusia mengandung histatin.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda, histatin merupakan suatu zat yang memang berfungsi untuk membantu proses penyembuhan luka. Para peneliti mengatakan bahwa histatin jugalah yang menyebabkan luka di daerah mulut, misalnya luka akibat proses pencabutan gigi dapat sembuh lebih cepat dibandingkan luka pada kulit atau tulang.

loading...

Baca Juga: Mendeteksi Depresi Lewat Air Liur

Histatin sendiri sebenarnya merupakan suatu protein yang dihasilkan oleh air liur yang terbukti dapat membantu menyembuhkan berbagai luka di dalam mulut dengan cara membunuh berbagai bakteri di dalam mulut.

Selain dapat membantu proses penyembuhan luka dengan cara membunuh bakteri di dalam mulut, histatin ternyata juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi jamur di dalam mulut. Beberapa jenis jamur yang telah terbukti dapat dihambat pertumbuhannya dengan adanya histatin di dalam air liur adalah Candida albicans, Cryptococcus neoformans, dan Aspergillus fumigatus. Hal ini jugalah yang membuat seseorang dengan daya tahan tubuh yang baik jarang sekali mengalami infeksi jamur di dalam tubuh.

Walaupun demikian, dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut Anda dengan cara rajin menggosok gigi setiap harinya untuk membantu menghambat pertumbuhan kuman di dalam mulut yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada gusi atau gigi berlubang.

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .

Sumber: lintaskesehatan, sciencedaily,

sumber : dokterid

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close