Berbagai Cara Untuk Mengatasi Nyeri Akibat Radang Sinus

Informasi Kesehatan


Berbagai Cara Untuk Mengatasi Nyeri Akibat Radang Sinus

10 Jul 2018   11:00 WIB  

Tips News

Berbagai Cara Untuk Mengatasi Nyeri Akibat Radang Sinus

Selain membuat Anda sulit bernapas, flu juga dapat membuat sinus Anda menjadi tersumbat dan menyebabkan timbulnya nyeri. Rasa nyeri ini dapat memburuk bila Anda menyentuh wajah atau menundukkan kepala.

Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meredakan nyeri akibat sinus yang tersumbat atau meradang.

1.      Gunakan Semprot Hidung yang Mengandung Salin

Semprotan ini dapat membantu meredakan pembengkakan sinus dan membantu mengencerkan lendir yang menyumbat hidung Anda. Anda dapat menggunakan semprotan ini hingga sebanyak 6 kali sehari tanpa mengalami efek samping apapun. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis semprot hidung salin mana yang sesuai untuk Anda.

2.      Gunakan Humidifier (Alat Pelembab Ruangan)

Hidung yang tersumbat (mampet) dapat membaik dengan udara lembab. Oleh karena itu, gunakanlah humidifier saat Anda tidur di malam hari. Hal ini dapat membantu menjaga sinus Anda tetap terbuka dan meredakan hidung tersumbat.

3.      Kompres Hangat

Kompres hangat dapat membantu mengurangi pembengkakan pada berbagai daerah sinus seperti pada dahi, mata, dan pipi.

4.      Gunakan Semprot Hidung Dekongestan

Semprot hidung dekongestan dapat membantu meredakan hidung tersumbat dalam waktu singkat, terutama pada awal gejala flu. Akan tetapi, pastikan Anda tidak menggunakannya selama lebih dari 3 hari karena terlalu lama menggunakan dekongestan justru dapat membuat hidung Anda tersumbat, bukannya membaik.

5.      Konsumsi Obat Anti Nyeri

Bila merasa sangat nyeri, Anda juga dapat mengkonsumsi berbagai jenis obat anti nyeri. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai obat anti nyeri apa yang sesuai dengan Anda. Selain itu, jika Anda mengalami nyeri akibat radang sinus atau flu yang tidak juga membaik setelah 10-14 hari, berkonsultasilah dengan dokter Anda karena Anda mungkin membutuhkan antibiotika atau penggantian obat.

Sumber: webmd

sumber : dokterid


loading...

Baca Lagi
close