Ada Alat Tes Sederhana untuk Malaria

Informasi Kesehatan


MEPNews ““ Malaria masih dikatagorikan sebagai penyakit menular sangat berbahaya. Hampir separo penduduk dunia hidup di kawasan yang berisiko malaria. Pada 2015, ada 212 juta kasus malaria di seluruh dunia. Pada 2016, terjadi 445.000 kematian akibat malaria yang kebanyakan anak-anak di kawasan terpencil sub-Sahara di benua Afrika. Maka, berbagai upaya dilakukan dunia untuk melawan penyakit yang disebarkan nyamuk itu.

Kawasan merah yang rawan penyebaran malaria.

Kawasan merah yang rawan penyebaran malaria.

Salah satu upaya dilakuan ilmuwan Australian National University. Sudah dikembangkan perangkat sederhana “˜do-it-yourself” yang memungkinkan orang menguji sampel sendiri. Perangkat itu bisa mempercepat hasil diagnosis serta memperbesar kemungkinkan penanganan dan pemulihan. Lebih jauh, perangkat medis jarak jauh ini bisa menyelamatkan jutaan nyawa dan mengurangi dampak penyakit di daerah-daerah rentan.

loading...

Dr Lee Alissandratos dari Research School of Chemistry di ANU mengatakan dengan perangkat tes itu maka tak perlu lagi sampel dikirim ke laboratorium untuk tes diagnostik. “Ini memberi akses ke pengujian bagi populasi yang sebelumnya tidak memiliki akses. Masih banyak komunitas regional di daerah terpencil yang tidak dapat akses karena lokasi laboratorium uji terlalu jauh,” kata ia dikutip Isaac Nowroozi untuk ABC News edisi 16 Agustus 2018.

Mikroorganisme dalam perangkat tes ini menghasilkan reaksi biologis yang mendeteksi kemungkinan parasit. “Deteksi dini mikroorganisme yang menyebabkan penyakit, termasuk malaria, sangat penting dalam perjuangan global untuk mengendalikan dan memberantas beberapa penyakit yang paling merusak,” kata Dr Alissandratos.

Bagaimana cara kerjanya?

Tes ini hanya membutuhkan sampel cairan tubuh antara lain darah, urin, atau air liur. Tambahkan air ke cairan itu. Setelah itu, perangkat genggam kecil (misalnya; smartphone) bisa digunakan untuk mendeteksi apakah ada penyakit atau tidak di dalam sampel. Jika ada, deteksi jenis penyakitnya juga mungkin bisa.

Dr Alissandratos mengaku telah merancang perangkat itu untuk digunakan siapa saja tanpa harus profesional kesehatan. Ukurannya kecil, gampang dibawa-bawa dan bisa disimpan pada suhu kamar. Biayanya jauh lebih murah daripada tes laboratorium. “Ongkosnya mungkin hanya 10% dari ongkos laboratorium saat ini,” kata Dr Alissandratos.

Ia mengatakan, perangkat ini sangat bermanfaat di negara-negara berkembang tempat malaria marak. Bahkan, perangkat ini juga bisa mendeteksi berbagai penyakit lain termasuk yang menyerang selain manusia. “Ini dapat diterapkan pada hewan patogen dan tanaman pathogen. Bahkan, petani di daerah terpencil pun dapat menggunakannya untuk mendeteksi wabah.”

Perangkat itu, yang pembuatannya didanai hibah $ 100.000 dari Bill and Melinda Gates Foundation, akan dikembangkan sepenuhnya dalam 18 bulan. Mike Calford, Wakil rektor ANU, mengatakan karya Dr Alissandratos itu berpotensi mengubah kehidupan jutaan orang secara global. (*)

The post Ada Alat Tes Sederhana untuk Malaria appeared first on MEPNEWS.ID.

sumber : mepnews

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close