6 Trik Mudah Atasi “Emotional Eating”

Informasi Kesehatan


Berita – Saat sedang stres atau emosi, sebagian orang seringkali meluapkannya dengan mengonsumsi banyak makanan. Kondisi seperti ini disebut dengan emotional eating.

Beberapa orang memang mengalami emotional eating pada satu waktu saja, sementara yang lainnya terjadi terus-menerus. Hal ini jika terus terjadi dalam jangka waktu yang lama juga akan memengaruhi kehidupan sehari-hari, kesehatan, serta berat badan yang dapat terpengaruh secara negatif.

Kendatipun ada banyak penyebab emosional makan berlebihan, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melepaskan diri atau mengatasi makan berlebihan saat stres melanda.

Berikut ini enam cara mengatasi makan berlebihan saat emosi:

loading...

Kenali Pemicu Makan Berlebihan
Ini adalah langkah utama untuk mengatasi makan berlebihan. Anda bisa membuat buku harian atau jurnal makanan untuk membantu mengetahui pemicu dan situasi ketika makan berlebihan karena emosi, bukan rasa lapar. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi makan berlebihan berdasarkan pemicunya. Jika makan berlebihan karena bosan, mungkin Anda perlu mencari kegiatan baru yang menarik saat waktu kosong atau memulai hobi baru yang bisa memberikan tantangan.

Jika makan berlebihan karena stres, Anda dapat mencoba yoga, bermeditasi, atau berjalan-jalan untuk membantu diri sendiri mengatasi emosi. Bila penyebab makan berlebihan karena depresi, Anda bisa mencari teman untuk mengobrol, mengajak hewan peliharaan untuk jalan-jalan, atau merencanakan liburan dengan keluarga dan kerabat dekat guna mengatasi perasaan negatif itu.

Ngemil Buah-buahan
Jika Anda ingin makanan manis untuk memuaskan rasa ingin makan, cobalah untuk menyantap buah-buahan. Buah punya rasa yang alami, tapi memiliki kalori yang kecil.

Contohnya saja satu buah jeruk mandarin ukuran sedang hanya memiliki 50 kalori. Tidak hanya akan memuaskan rasa ingin makan-makanan manis, jeruk juga bisa menjadi hal untuk mengalihkan pikiran. Mengupas dan mencium aroma jeruk akan membantu menenangkan pikiran.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan manfaat kandungan vitamin C dari buah jeruk mandarin, yaitu untuk memperkuat kekebalan tubuh, terutama saat sedang stres.

Jadikan Kacang Sebagai Camilan
Jika Anda ingin ngemil makanan ringan yang garing, kacang-kacangan bisa jadi pilihan. Misalnya saja kacang mete, kacang almond, atau kacang pistachio. Kacang-kacang tersebut adalah jenis kacang yang rendah kalori, tapi kaya dengan lemak baik dan serat, serta membantu mengatur gula darah.

Pandangi yang Berwarna Merah
Warna merah biasanya mengisyaratkan sebuah larangan atau harus berhenti, sehingga memandang sesuatu yang berwarna merah menyala akan mengirimkan sinyal ke otak untuk berhenti. Cobalah makan dengan piring warna merah atau beri tanda merah di kulkas. Jika itu tidak cukup untuk menghentikan, setidaknya ini akan membuat Anda lebih sadar akan kebiasaan buruk makan berlebihan.

Minum Teh Hitam
Saat sedang stres, tingkat hormon kortisol akan meningkat dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Karenanya, mengurangi kortisol bisa jadi pilihan, salah satunya dengan minum segelas teh hitam.

Anda juga bisa luangkan waktu sebentar untuk melakukan latihan pernapasan ringan. Matikan ponsel, berikan diri waktu untuk sejenak beranjak dari rutinitas harian. Ini akan membantu mengendalikan hormon kortisol yang meningkat akibat stres.

Olahraga
Olahraga secara teratur ampuh mengurangi produksi hormon pemicu stres. Olahraga dapat membantu menurunkan risiko depresi, kecemasan, dan insomnia, di samping mengurangi kecenderungan untuk terlibat dalam emotional eating. (kompas.com/Salimah)

sumber : portalmadura

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close